Postingan

Jodoh Pilihan part 6

Part 6 PERSETUJUAN Aku baru sadar semenjak aku kuliah aku tidak pernah lagi memutuskan suatu hal di depan Ibu dan Bapak. Terakhir ketika memutuskan mengambil jurusan apa dan di universitas mana aku akan melanjutkan kuliah. Kali terakhir dimana aku, Ibu, dan Bapak benar-benar berbicara serius. Setelah

Jodoh Pilihan Part 5

Part 5 PERTIMBANGAN Allahu akbar. Allahu akbar. Laa ilaha illallah. Aku terbangun dari tidurku begitu mendengar kalimat terakhir adzan dari masjid di dekat rumahku. Dan aku tidak mengerti kenapa yang kuingat pertama kali justru dia, laki-laki yang dijodohkan padaku, yang aku bahkan tidak tahu namanya.

Jodoh Pilihan Part 4

Part 3 MEMINTA PETUNJUK "Alhamdulillah. Bimbingan hari ini lancar. Semoga bimbingan dengan bu Any, dosen pembimbing 2 ku lancar juga," batinku sambil berjalan menuju lobi kampus. "Sya, udah selesai? Tanya Rania mensejajarkan jalannya denganku." " Udah nih. Kamu gimana?" tanyaku balik. "Udah juga. Mau langsung pulang? Mampir Es Cream Gelato, Yuk" ajak Rania sambil memperlihatkan giginya yang rapi.

Jodoh Pilihan Part 3

Part 3 PENAWARAN Pagi-pagi sekali aku telah siap untuk pergi ke kampus. Hari ini jadwal bimbinganku dengan dosen pembimbing 1. Aku tidak ingin memikirkan kata-kata Ibu semalam. Karena yang terpenting skripsiku harus lancar terlebih dahulu karena aku memang baru menyicil bab awal.

Jodoh Pilihan Part 2

Part 2 KATA IBU Sesampainya di rumah aku langsung meletakkan tas belanjaan Ibu yang kubawakan dari pasar. " Bu aku mandi dulu ya, udah gerah nih," kataku sambil berlalu menuju kamarku.

Jodoh Pilihan Part 1

Sejak perjodohan itu aku merasa hidupku tak akan merasakan kebahagiaan lagi. Terlebih aku masih menyimpan rasa

Cerpen Dalam Diam

Mencintai seseorang yang tak pernah menganggap keberadaanku sama sekali. Aku selalu berharap dia memiliki perasaan yang sama walaupun aku paham itu hal yang sangat jauh. Jangankan menyukaiku, melirikku saja dia